Smartphone Android rasa Windows, inilah 7 hal menarik tentang Nokia X

Nokia X

Google Indonesia telah merilis data pencarian yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Di kategori gadget, nama Nokia X menduduki posisi dua teratas dari 10 gadget. Smartphone ‘Android rasa Windows Phone’ pertama dari Nokia ini ternyata banyak mencuri rasa penasaran banyak orang. Tech in Asia menemukan tujuh hal menarik tentang smartphone ini. Berikut ulasannya:



1. Masuk jajaran smartphone murah


Nokia X resmi dijual di Indonesia pada 12 April 2014 dengan harga Rp 1,6 juta. Dalam penjualan perdana tersebut, Nokia memberikan potongan harga Rp 400.000 selama tanggal 12 dan 13 April di Central Park, Jakarta. Kami juga telah menghubungi pihak Microsoft untuk mengetahui performa penjualan Nokia X selama tahun 2014.


2. Nama sistem Android yang berbeda


Dalam mengembangkan dan menggunakan Android, Nokia hanya memakai lisensi Android Open Source Project (AOSP) dari Google. Pada lisensi ini, Google mengizinkan siapa saja untuk memanfaatkan Android secara gratis. Google telah memantapkan komitmen bahwa Android adalah sistem operasi yang bersifat open source. Android yang dipakai pada Nokia X saat ini adalah versi 4.1.2 Jelly Bean. Sistem operasi Android versi Nokia ini disebut Nokia X Software Platform.


3. Tampilan user interface layaknya Windows Phone


Nokia X interface

Walaupun Nokia X menggunakan Android sebagai sistem operasinya, namun smartphone ini menggunakan antarmuka yang berbeda dibandingkan dengan smartphone Android lainnya. Nokia sendiri melakukan banyak modifikasi pada Android, termasuk mengubah agar tampilan Nokia X terlihat seperti Windows Phone – bernama Lives Tiles. Nokia X memilih FastLane UI yang berbentuk kotak-kotak mirip dengan tampilan Modern UI milik Windows Phone.


4. Tidak adanya Google Service


Hal ini masih berkaitan dengan poin nomor 2, Nokia tidak membeli lisensi Google Mobile Service (GMS) dari Google. Hal inilah yang menyebabkan Nokia X tidak menyediakan secara langsung aplikasi inti Android, seperti aplikasi asli Gmail, Google Maps, Chrome, YouTube, Hangouts, Google+, Google Drive, dan Google Search.



Untuk mengatasinya, Nokia menggantinya dengan aplikasi bawaan dari Nokia dan Microsoft. Aplikasi bawaan yang dimaksud seperti MixRadio untuk layanan musik, HERE untuk layanan peta, OneDrive untuk layanan cloud storage, Outlook untuk layanan email, dan Skype untuk layanan percakapan.


5. Toko aplikasi bukan dari Play Store


Nokia X memang memakai basis sistem operasi Android yang dikembangkan Google. Namun, sistem Nokia X tidak menyediakan akses ke Google Play Store.


Nokia juga membangun sistem pembayaran sendiri untuk pembelian konten digital dalam aplikasi. Sistem in-app purchase juga harus menggunakan API dari Nokia karena aplikasi tersebut akan ditawarkan di Nokia Store, bukan Google Play Store. Selain Nokia Store, pengguna Nokia X dapat meng-install aplikasi Android dengan mentahan aplikasi sendiri – yang terkenal dengan format .APK – secara side load atau dari toko online dari pihak ketiga seperti Yandex, Mobango, SlideMe dan lainnya.



Dengan demikian, Nokia X juga memungkinkan pengguna men-download dan memasang aplikasi berformat .APK dari sumber di luar Nokia Store. Yang diperlukan hanyalah mengaktifkan pilihan allow installation of apps from unknown sources di menu Pengaturan.


6. Dukungan aplikasi developer lokal


Nokia X yang hadir di Indonesia ini telah memiliki ratusan aplikasi buatan developer aplikasi lokal. Hal ini dapat terjadi berkat Nokia Indonesia yang mengadakan program DVLUP Porting Day – diadakan pada pertengahan April 2014 – yang memberikan kesempatan kepada developer aplikasi lokal untuk upload aplikasinya di Nokia Store.


7. Dilanjutkan dengan Nokia XL


nokia x x+ xl

Sejatinya Nokia menyiapkan tiga seri dalam keluarga ‘smartphone Android rasa Windows Phone’ ini, yakni Nokia X, Nokia X+, dan Nokia XL. Menurut Liputan 6 , sambutan positif dari penjualan Nokia X membuat Nokia melanjutkan seri XL untuk Indonesia. Untuk seri XL, Nokia memberikan harga sedikit lebih tinggi dari ‘adiknya’ – Nokia X – yakni Rp 1,9 juta. Penjualan perdana Nokia XL dilakukan pada awal Juni 2014.




Selain hal menarik yang telah kami sebutkan di atas, beberapa waktu setelah peluncuran smartphone ini, kami telah melakukan review untuk Nokia X. Anda dapat membacanya di sini.


(Diedit oleh Lina Noviandari)







from Berita Teknologi | - Yahoo Indonesia News https://id.berita.yahoo.com/smartphone-android-rasa-windows,-inilah-102127883.html

via IFTTT

0 Response to "Smartphone Android rasa Windows, inilah 7 hal menarik tentang Nokia X"

Post a Comment

wdcfawqafwef